Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat di dalamnya diantara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan, apakah kitab itu dinamakan Kitab Suci? Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu adalah Ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan atau perselisihan.

Thursday, May 8, 2014

Perbezaan antara Injil dan Bible

Perkataan "Injil" di dalam al-Quran tidak merujuk kepada Kitab Bible kini yang dimiliki dan dibaca oleh penganut-penganut agama Kristian, ataupun keempat-empat Gospel. 

Perkataan "Injil" yang digunakan dalam Al-Qur'an, Hadith, dan dokumen-dokumen Islam yang awal merujuk khas kepada wahyu Allah kepada Nabi Isa a.s, dan tidak merujuk kepada "Bible" yang dipegang oleh agama Kristian masa kini.

Di dalam al-Quran, dengan jelas menyatakan bahawa manusia telah mentahrif (mengubah, iaitu menokok-tambah dan mengurangi) sebahagian kitab Injil, khususnya rujukan-rujukan yang mengatakan bahawa Nabi Isa anak tuhan oleh pengikut-pengikutnya, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi selepas Nabi Isa diangkat ke langit.

Berdasarkan ajaran Islam, Nabi Isa tidak meninggal dunia sewaktu disalibkan dan kemudian dihidupkan semula (seperti yang dikatakan dalam kitab Bible). 

Umat Islam meyakini bahawa Nabi Isa a.s telah diangkat naik ke langit oleh Allah Taala (beliau tidak pernah disalibkan) dan akan turun kembali di akhir zaman sebagai umat Nabi Muhammad s.a.w.

Kitab Injil (bahasa Arab: إنجيل InjÄ«l) merupakan salah satu daripada empat buah kitab Islam. Kitab ini mengandungi wahyu Allah Taala kepada Nabi Isa a.s. 

Ia diturunkan khusus untuk umat Nabi Isa a.s. Kitab Injil merupakan kesinambungan kitab-kitab Nabi Allah yang terdahulu iaitu Zabur dan Taurat. Kitab Injil kemudian diikuti dengan penurunan kitab suci yang terakhir iaitu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad s.a.w, sebagai pelengkap kepada semua kitab-kitab suci yang sebelumnya. Dengan turunnya Al-Quran, secara tidak langsung semua ajaran kitab-kitab yang terdahulu termansuh dengan sendirinya.

Al-Quran menyatakan bahawa Injil dan Taurat telah ditahrif (diubahsuai iaitu ditokok tambah dan dikurangi) oleh penganut-penganutnya yang menyeleweng selepas Nabi Isa diangkat ke langit.

Bagaimanapun orang Islam dilarang mempertikai Injil kerana tidak diketahui bahagian mana adalah bahagian asal. Di dalam buku Injil Khatolik terdapat lebih banyak buku berbanding yang digunakan oleh Protesten.[1]

Di dalam surah al-Maidah, ayat 13 - 14, Allah Taala berfirman yang bermaksud : (dipetik dari Tafsir Pimpinan Ar-Rahman Kepada Pengertian Al-Qur'an terbitan Bahagian Hal Ehwal; Islam, Jabatan Perdana Menteri, Malaysia)

13. "Maka dengan sebab mereka mencabuli perjanjian setia mereka, Kami laknatkan mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membantu (tidak mahu menerima kebenaran). Mereka sentiasa mengubah Kalimah-kalimah (yang ada di dalam kitab Taurat dengan memutarnya) dari tempat-tempatnya (dan maksudnya) yang sebenar, dan mereka melupakan (meninggalkan) sebahagian dari apa yang diperingatkan mereka dengannya. Dan engkau (wahai Muhammad) sentiasa dapat melihat perbuatan kianat yang mereka lakukan, kecuali sedikit dari mereka (yang tidak berlaku kianat). Oleh itu, maaflah mereka (jika mereka sedia bertaubat) dan janganlah dihiraukan, kerana sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang berusaha supaya baik amalannya."

14."Dan di antara orang-orang yang berkata : Bahawa kami ini orang-orang Nasrani, Kami (tuhan) juga telah mengambil perjanjian setia mereka, maka mereka juga melupakan (meninggalkan) sebahagian dari apa yang diperingatkan mereka dengannya, lalu Kami tanamkan perasaan permusuhan dan kebencian di antara mereka, sampai ke hari Kiamat; dan Allah akan memberitahu mereka dengan apa yang telah mereka kerjakan."

Di dalam Surah Ali 'Imran ayat ke 3 dan ke 4 (dipetik dari Tafsir Pimpinan Ar-Rahman Kepada Pengertian Al-Qur'an terbitan Bahagian Hal Ehwal; Islam, Jabatan Perdana Menteri, Malaysia)

3. "Dia menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab suci (Al-Qur'an) dengan mengandungi kebenaran, yang mengesahkan isi Kitab-kitab suci yang telah diturunkan dahulu daripadanya, dan Dia juga yang menurunkan Kitab-kitab Taurat dan Injil".

4. Sebelum (Al-Qur'an diturunkan), menjadi petunjuk bagi umat manusia. Dan Dia juga yang menurunkan Al-Furqaan (yang membezakan antara yang benar dengan yang salah). Sesungguhnya orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah itu, bagi mereka azab seksa yang amat berat. Dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa, lagi berhak membalas dengan azab seksa (kepada golongan yang bersalah).

Surah Al-Maa’idah 5:46 "...Dan Kami utuskan Nabi Isa Ibni Mariam mengikuti jejak langkah mereka (Nabi-nabi Bani Israil), untuk membenarkan Kitab Taurat yang diturunkan sebelumnya dan Kami telah berikan kepadanya Kitab Injil, yang mengandungi petunjuk hidayat dan cahaya yang menerangi, sambil mengesahkan benarnya apa yang telah ada di hadapannya dari Kitab Taurat, serta menjadi petunjuk dan nasihat pengajaran bagi orang-orang yang (hendak) bertakwa".

Surah Al-Hadid 57:27 "...Kemudian Kami iringi sesudah mereka: Rasul-rasul Kami silih berganti dan Kami iringi lagi dengan Nabi Isa Ibni Mariam, serta Kami berikan kepadanya: Kitab Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutnya perasaan belas kasihan (sesama sendiri). Dan (perbuatan mereka beribadat secara)"Rahbaniyah" (iaitu seperti bertapa di tempat-tempat yang terpencil, mengharamkan dirinya daripada berkahwin dan menjauhi kemewahan hidup)- merekalah sahaja yang mengadakan dan mereka(mencipta)nya; Kami tidak mewajibkannya atas mereka; (mereka berbuat demikian) kerana mencari keredhaan Allah; dalam pada itu mereka tidak menjaga dan memeliharanya menurut yang sewajibnya ..."

Namun begitu, Al-Qur'an menyebut nama-nama kitab yang terdahulu dan kandungannya yang berupa ajaran kepada umat pada waktu tersebut, sebagai tanda kewajiban umat Islam mempercayai "kewujudannya" dan bukan sebagai ikutan , iaitu selepas turunnya Al-Qur'an. Sebagaimana ayat 3 dan 4 dalam Surah Ali 'Imran seperti yang tertulis di atas.

Tuesday, May 6, 2014

Ahmad Thomson : Jika Yesus adalah Tuhan yang Disalib, Siapa yang Menghidupi Surga dan Dunia?

Ahmad Thomson
Pemilik nama kecil Martin Thomson ini dikenal sebagai pengacara terkemuka di Inggris. 

Ia juga mengetuai Wynne Chambers, badan hukum Islam yang didirikannya pada 1994.

Berislam 38 tahun lalu, Thomson meyakini cara terbaik mengamalkan ajaran Islam adalah memahami dan meneladani sumbernya, yakni Alquran dan Sunah Rasulullah SAW. 

“Seperti pepatah yang mengatakan bahwa semakin dekat kita pada sumber mata air, semakin murni air yang kita minum,” ujar pria kelahiran Afrika ini.

Dilahirkan di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Thomson menempuh pendidikan dasar serta menengahnya di Rhodesia Selatan (sekarang Zimbabwe). 

Masa awal hidupnya, ia lalui di daerah-daerah terpencil Afrika yang kala itu belum tersentuh peradaban modern, seperti listrik, gas, dan saluran air bersih.

Lahir dan besar di Afrika, Thomson muda merasa tidak puas pada ajaran Kristen. Ia mulai mempertanyakan banyak hal seperti, “Jika setiap manusia itu sama di hadapan Tuhan, lalu mengapa kaum Afrika kulit putih seperti dia harus beribadah di gereja yang berbeda dengan kaum kulit hitam?”

Pertanyaan lain yang kerap mengganggunya sebagai pemeluk Kristen adalah soal ketuhanan Yesus. “Jika Yesus adalah Tuhan, kepada siapa dahulu ia berdoa? 

Jika Yesus adalah Tuhan dan disalib, lalu siapa yang menghidupi surga dan dunia? Pertanyaan itu tak pernah terjawab selama aku memeluk ajaran Kristen,” ujar lulusan Exeter University, Inggris, ini.

Ketika berusia 12 tahun, Thomson sampai pada satu titik di mana ia memercayai Tuhan dan Yesus. “Hanya saja, aku tidak yakin pada gereja.” Terhenti pada berbagai pertanyaan itu, Thomson mulai membaca apa pun dan memikirkan kehidupan yang dijalaninya sejauh itu. 

Ia mengunjungi berbagai kelompok spiritual dan mencoba meditasi selama beberapa bulan. “Itu menenangkan, tapi sama sekali tak mengubah gaya hidupku.”

Hingga akhirnya, Thomson bertemu Syekh Abdalqadir as-Sufi (tokoh tarbiyah, penggagas Gerakan Dunia “Murabitun”). Pertemuan itu menjadi awal perkenalannya dengan Islam, agama yang tak pernah terpikirkan oleh Thomson sebelumnya.

Saat berbicara dengan Syekh Abdalqadir dan mendengarkan berbagai hal yang disampaikannya, Thomson merasa telah menemukan jalan menuju transformasi yang ia butuhkan. 

“Sejak itu, perlahan aku menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang memenuhi otakku,” katanya. 

Thomson pun rutin mengunjungi pusat kajian Islam Syekh Abdalqadir. Ia juga membaca The Book of Stranger yang ditulis Sang Syekh.

Thomson mantap mengakhiri pencariannya pada 13 Agustus 1973. Ia pun mengikrarkan syahadat dan berhaji empat tahun kemudian. Sepulang haji, ia menyelesaikan pelatihannya sebagai pengacara. 

Lalu, pada 26 Juli 1979, ia dipanggil ke Pengadilan England & Wales dan mulai meniti karier di bidang advokasi dan hukum Islam.

Thomson pertama kali memperoleh perhatian publik pada 2001, saat tampil dalam sebuah film dokumenter berjudul My Name is Ahmed yang menyabet sebuah penghargaan. 

Ia pun tampil di film dokumenter lainnya, Prince Naseem’s Guide to Islam. Kedua film itu ditayangkan di BBC2 pada Agustus 2001. 

Setelah itu, wajahnya kerap mewarnai layar kaca dalam berbagai program, terutama program-program Islam.

Tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang berkuda


"Tetapi kemudian, larilah segala orang syam itu dari hadapan orang Israil, maka daripada orang Syam itu dibinasakan Daud tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang berkuda, tambahan pula dikalahkannya Sobach, panglima perang mereka itu, sehingga matilah ia disana.." 


"Maka larilah segala orang Syam dari hadapan orang Israil, maka dibinasakan Daud daripada orang Syam itu tujuh ribu ekor kuda kereta, dan empat puluh ribu orang yang berjalan kaki, tambahan pula dibunuhnya Sofach panglima perang itu" 

Perhatikan dengan seksama perselisihan di dua ayat ini. Satu ayat saja sudah terdapat 3 macam selisih. 

Di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18 menyebutkan; yang dibinasakan oleh Daud sebanyak 700 (tujuh ratus) kuda kereta, sedangkan di kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18 menyebutkan 7.000 (tujuh ribu) kuda kereta. 

Yang manakah yang benar di dua ayat itu. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda, sedangkan di kitab Tawarikh I, 40.000 orang berjalan kaki. 

Yang manakah yang benar, 40.000 orang berkudakah yang dibinasakan oleh Daud atau 40.000 orang berjalan kaki. 

Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan panglima perangnya bernama Sobach sedangkan dikitab Tawarikh yang pertama menyebutkan panglimanya bernama Sofach. 

Yang manakah yang benar, Sobach-kah atau bernama Sofach. 

Tuhan atau Syetan?


"Bermula maka kembali pula bangkitlah murka Tuhan akan orang Israil, diajaknya Daud akan lawan mereka itu katanya: Bilangkanlah olehmu akan orang Israil dan akan orang Jehuda"" 

"Sebermula, maka pada masa itu, berbangkitlah syetan akan celaka orang Israil, diajaknya Daud supaya dia membilang banyak orang Israil" 

Nah, perhatikan; disatu ayat menyebutkan yang mengajak Daud adalah Tuhan. Kemudian di satu ayat yang lain menyebutkan, yang mengajak Daud adalah Syetan. 

Yang manakah yang benar diantara dua ayat ini, Tuhankah atau syetan. 

Apakah Bibel yang sekarang ini masih tetap dikatakan sucikah atau sudah dicampuri oleh tangan manusia?

Akan tetapi kalau di kitab sucinya itu ternyata terdapat beberapa ayatnya yang berselisih atau berlawanan dan tidak cocok antara yang satu denganyang lain, apakah penganut-penganut agama itu masih berkeyakinan bahwa kitab sucinya itu tetap suci. 

Padahal yang dinamai kitab suci adalah wahyu, ilham dari tuhan. 

Mustahil sekali kalau wahyu Tuhan itu tidak cocok. Di satu ayat Tuhan berkata YA lalu diayat yang lain lagi menyatakan TIDAK. Di satu ayat Tuhan berkata "A" lalu diayat lain Tuhan berkata lagi bukan "A" tetapi "B". 

Kalau sampai terjadi demikian, tidak mustahil bahwa tangan manusia sudah ikut campur di dalamnya. 

Siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud?


"Bermula, maka inikah nama segala pahlawan yang mengiringi Daud, Josech Basjebet bin Tachkemoni, kepala segala penghulu iapun bergelar penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan kedelapan ratus orang dalam sekali saja berperang". 


"Maka inilah bilangan segala pahlawan yang mengiringi Daud, Yasobam bin Hachmoni, kepala orang tiga puluh, yang melayangkan lembingnya kepada orang tiga ratus, ditikamnya akan mereka itu sekalian dalam sekali berperang". 

Di satu ayat menyebutkan pahlawan yang mengiringi Daud bernama Josech Basjebet bin Tachkemoni dan di ayat yang lain bernama Yasobam bin Hachmoni.

Di ayat inipun menyebutkan Kepala orang tiga puluh. Di ayat itupun ada menyebutkan lagi Menikam 800 (delapan ratus) orang dalam sekali berperang dan di ayat yang lain menyebutkan menikam 300 (tiga ratus) orang dalam sekali berperang. 

Siapakah nama raja di ayat ini?


"Jojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Nehusta anak Elmatan dari Jerusalem" 


"Adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan". 

Buktikan perselisihan yang menyolok pada dua ayat ini; di satu ayat menyebutkan Jojachin dan di ayat yang lain menyebutkan Jehojachin. 

Selanjutnya di satu ayat menyebutkan kerajaan Jojachin di Jerusalem tiga tahun lamanya dan diayat yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. 

Yang manakah yang benar di dua ayat ini, Jojachinkah atau Jehojachin, dan kerajaan Jerusalem selama 3 tahunkah atau 3 bulan 10 hari? 

Umur Ahazia diwaktu menjadi raja


"Adapun umur raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua puluh dua tahun, maka kerajaanlah ia Jerusalem setahun lamanya, adapun nama bunda-bunda baginda itu Atalia anak Omri raja orang Israil". 


"Adapun pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di Jerusalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri" 

Di dua ayat ini yang manakah yang benar, diwaktu berumur 22 tahunkah atau berumur 42 tahun. 

Di satu ayat menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu berumur 22 tahun, dan di ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42 tahun. 

Bukankah ini menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di kitab Injil yang dikatakan suci itu. 

Betach dan Berotai atau Tibchat dan Chun


"Maka dari dalam Betach dan dari dalam Berotai, dua buah negeri Hadar Ezar, diambil raja Daud akan banyak Tembaga. 


"Maka dari dalam Tibchat dan dari dalam Chun, negeri Hadar Ezar itu diambil Daud amat banyak tembaga. 

Buktikan disatu ayat menyebutkan dua tempat yang diambil tembaganya oleh Daud ialah Betach dan Berotai, sedangkan di ayat lain menyebutkan dua tempat itu ialah Tibchat dan Chun.

Di dua ayat itu tempat manakah yang sebenarnya diambil tembaganya oleh Daud.

Kalau betul kitab Injil itu mestinya suci dari pada kesalahan dan perselisihan atau berlawanan tentang ayat-ayatnya.

Siapakah Hadoram?


"Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud" 


"Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu".

"Disuruhnyalah Hadoram puteranya pergi menghadap baginda raja Daud" 

Siapakah Hadoram itu menurut susunan ayat tersebut?. 

Buktikan, disatu ayat menyebutkan bahwa Yoram itu anaknya Toi, sedangkan di ayat lain menyebutkan anaknya Toi itu bukan Yoram, melainkan Hadoram. 

Yang mana satu ayat yang benar tentang dua ayat itu. 

Memang tidak diketahui kebenarannya, malah yang menulis ayat itupun tidak bisa menunjukkan yang tepat tentang kebenarannya nama anaknya Toi itu padahal yang dinamakan kitab suci pasti benar isinya, bersih dari segala macam kesalahan, sampai kepada kesalahan yang sekecil-kecilnya.