Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat di dalamnya diantara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan, apakah kitab itu dinamakan Kitab Suci? Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu adalah Ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan atau perselisihan.

Monday, April 28, 2014

Matius pasal 21 ayat 18 dan 19


"Pada pagi-pagi harinya, apabila Ia kembali kenegeri itu, ia merasa lapar". Serta dipandangnya sepohon ara di sisi jalan, pergilah ia kesitu dan didapatinya suatu apapun tiada dipohon itu, melainkan daun sahaja. Lalu berkatalah Ia kepadanya: Janganlah jadi buah dari padamu lagi selama-lamanya. Maka dengan seketika itu juga layulah pohon ara itu". 

Kalau Yesus itu Tuhan tentu ia tidak akan mengutuk pohon itu supaya tidak berbuah melainkan ia akan menciptakan buah pada pohon itu dengan kekuasaannya selaku Tuhan. 

Akan tetapi pohon yang tidak berbuat kesalahan apa-apa kepada Yesus dan pohon yang tidak tahu apa-apa itu malah dikutuk oleh Yesus. 

Wajarkah Tuhan mengutuk makhluk yang tidak bersalah. 

Padahal kalau betul Yesus itu Tuhan tentu Ia berkuasa menciptakan pohon itu supaya mengeluarkan buahnya seketika itu juga, tidak lalu mengutuknya. 

Matius pasal 27 ayat 30


"Maka mereka itupun meludahi Dia, serta mengambil buluh itu memalu kepalanya". 

Kalau Yesus itu betul Tuhan, bagaimana Tuhan bisa diludahi dan diperolok-olokkan. 

Mengapa ada Tuhan yang begitu lemah. 

Sesuai dengan pengharapan saudara supaya puas dengan soal ketuhanan Yesus menurut Bibel dan perkataan Yesus sendiri ada menyebutkan Ia bukan Tuhan

Yahya pasal 3 ayat 13


"Seorang pun tiada naik kesurga, kecuali ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia". 

Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Yesus sendiri adalah anak manusia bukan anak Tuhan. 

Yahya pasal 5 ayat 30


"Suatu pun tidak aku dapat berbuat menurut kehendakku sendiri melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana yang aku dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku. 

Di sini jelas sekiranya Yesus itu Tuhan, tentu dapat berbuat sekehendaknya sendiri. 

Tetapi di Bibel sendiri menyebutkan bahwa perbuatan Yesus itu adalah kehendak Tuhan. 



Dan sekiranya Yesus itu Tuhan, tentunya tidak ada yang mengutus. 

Mustahil Tuhan menjadi utusan Tuhan, atau dengan lain kata "Utusan Tuhan itu adalah Tuhan", bisakah terjadi demikian. 

Matius pasal 5 ayat 45


"Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang disurga..." 

Cukup sampai disitu. Di ayat ini saudara saksikan sendiri, bahwa Yesus sendiri yang berkata kepada murid-muridnya, supaya kamu menjadi anak-anak bapamu yang di surga; 

yakni apabila murid-muridnya taat atas perintah-perintah Tuhan, menurut Yesus mereka akan jadi anak Tuhan juga. 

Berdasarkan ayat Bibel tersebut tentunya anak tuhan akan menjadi banyak jumlahnya, bukan Yesus saja. 

Matius pasal 26 ayat 2


"Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan" 



Yang dimaksud dengan anak manusia di ayat itu ialah Yesus sendiri. 

Jadi jelas Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. 

Yahya pasal 17 ayat 8


"Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah Aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa Aku datang dari Ada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku. 

Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapapun juga. 

Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa "Engkaulah yang menyuruh aku". 

Jadi Yesus itu bukan tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, sebagaimana Nabi-nabi dan utusan-utusan Allah yang lain-lain juga. 

Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22


"Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami" 

Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. 

Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan ditengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: "Tiada Allah melainkan engkau". 

Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. 

Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, "tiada Tuhan melainkan Allah" mengapa kaum kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan. 

Johanes pasal 17 ayat 23


"Saya dalam dia orang, dan Bapa dalam saya, supaya dunia boleh tahu yang Bapa sudah mengutus saya" 

Apakah susunan ayat tersebut belum jelas bahwa Yesus sendiri yang berkata dan mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan. 

Apakah saudara masih belum puas tentang ayat-ayat Injil yang menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan, karena saya anggap telah cukup banyak tunjukkan kepada saudara. 

Johanes pasal 17 ayat 21


"Supaya semua jadi satu, ia Bapa! seperti Bapa dalam saya dan saya dalam Bapa dan supaya dia orang jadi satu dalam kita, biar dunia percaya Bapa sudah mengutus saya". 

Jelas di ayat ini kalau Yesus sendiri berkata bahwa Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus dan muridnya pun ada dalam Bapa. 

Kalau begitu harus saudara akui bahwa murid-murid Yesuspun Tuhan juga. 

Sunday, April 27, 2014

Johanes pasal 12 ayat 45


"Dan barang siapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku" 

Pantaskah tuhan diutus. Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang di utus. 

Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat Tuhan yang mengutus Yesus. 

Jadi perkataan Yesus diatas menunjukkan bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan. 

Johanes pasal 14 ayat 28


 "Kamu sudah dengar aku bilang, yang aku pergi serta datang kembali sama kamu.

Coba kamu cinta sama aku, hati, sebab aku sudah bilang: "Yang aku pergi sama Bapa, karena bapaku itu lebih dari aku" 



Di ayat ini Yesus sendiri mengatakan: "Bapaku itu lebih dari aku", ini menunjukkan bahwa, kalau Yesus itu Tuhan, maka ialah tuhan yang tidak sempurna, oleh karena masih ada yang melebihi tingkatnya. 

Johanes pasal 5 ayat 30


"Maka aku tidak boleh berbuat satu apa dari mauku sendiri, Seperti aku dengar begitu aku hukumkan, dan hukumku itu adil adanya, karena tidak aku coba turut mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus aku" 

Ayat itu Yesus sendiri yang berkata bahwa ia tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. 

Wajarkah tuhan tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. 

Di ayat itupun Yesus mengaku sendiri bahwa kehendaknya itu menurut kehendak Tuhan yang mengutus dia. 

Kalau Yesus betul Tuhan, tentu tidak dapat diperintah oleh siapapun. 

Di ayat ini juga Yesus mengaku, bahwa dia bukan Tuhan melainkan diutus oleh tuhan. 



Yang diutus itu tentu bukan Tuhan. 

Lukas pasal 2 ayat 11


"Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu di dalam negeri Daud". 

Wajarkah tuhan dilahirkan oleh manusia (Maria). 

Matius pasal 26 ayat 38


"Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: "Hatiku amat sangat berdukacita, hampir mati rasaku; tinggallah kamu disini dan berjagalah sertaku"



Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus amat sangat berduka cita pantaskah ada tuhan berduka cita. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan. 

Matius pasal 27 ayat 1


"Setelah hari siang, maka segala kepala iman dan orang tua-tua kaumpun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuh Dia". 

Kalau betul Yesus itu Tuhan, mustahil ada manusia merencanakan untuk membunuh Dia. 

Ulangan pasal 6 ayat 4


"Dengarlah olehmu hai Israil! Sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya". 

Jelas di kitab Injil sendiri menyebutkan Allah itu Esa, Tunggal. Yesus telah mengakui sendiri bahwa dia bukan Tuhan. 

Bagaimana pendapat saudara. Kaum Kristen mengatakan Yesus itu tuhan, sedangkan Yesus sendiri menolak disebut dirinya Tuhan. 

Ulangan pasal 4 ayat 35


Di sini menyebutkan: "Maka kepadamulah Ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itu Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi". 

Kitab Injil sendiri yang menyebutkan dan Yesus sendiri yang menyampaikan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Esa. 

Jadi tegas sekali Yesus sendiri tidak mengaku menjadi Tuhan.

Markus pasal 12 ayat 29


"Maka jawab Yesus kepadanya: "Hukum yang terutama inilah: dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah Tuhan Yang Esa"" 

Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan sebagaimana telah saya terangkan. 

Matius pasal 1 ayat 21


"Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya". 

Itulah ayatnya, Arti Kristus ialah Almasih, Sang Sabda, Adil, Ratu Salem dan ada beberapa lagi artinya yang lain: 

Kata Almasih dalam Injil bahasa Inggris disebut: "Christ the Lord", didalam Injil bahasa Arab disebut: "Almasih Ar-Robb". Kata "Lord dan Robb" artinya tuanku, paduka tuan, dan ada juga dengan arti Tuhan, dan lain-lain lagi. 

Akan tetapi karena Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan melainkan utusanNya bagaimana tersebut dalam kitab Injil Johanes pasal 17 ayat 23, dan ia diperanakkan oleh manusia, sebagaimana tersebut dalam Injil Matius pasal 1 ayat 16 dan 21, malah ia sendiri yang berkata dan mengakui bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), sebagaimana disebutkan dalam Injil Markus, pasal 12 ayat 29 dan diayat-ayat Injil yang lain-lain, maka berdasarkan pengakuan Yesus itu, jelas Yesus itu bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan. 

Matius pasal 1 ayat 16


"Dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus". 

Di sini jelas , ayat ini menyebutkan sendiri, bahwa Yesus diperanakkan oleh Maria. 

Jadi Yesus adalah anak manusia, bukan anak Tuhan, sebagaimana telah saya terangkan dalam pertemuan pertama. 

Ibrani pasal 7 ayat 2 dan 3


"Malkisedik yang tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan Anak Allah. maka kekallah ia selama-salamanya". 

Bagaimana perasaan saudara dengan susunan ayat ini. Berdasarkan ayat ini bukan Yesus saja yang menjadi permulaan tetapi juga Malkisedik. 

Wahyu pasal 21 ayat 6


"Maka firmannya kepadaku: "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu yang awal dan yang Akhir". 

Jelas di ayat itu menyebutkan: "Maka firmannya kepadaku", Siapakah yang berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat ini..??? 

Tentu Allah yang berfirman. 



Jadi yang berfirman Aku inilah Alif dan Ya, yang Awal dan Yang Akhir, bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi firman Allah kepada Yesus. 

Ibrani pasal 7 ayat 1, 2 dan 3


"Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim". 

"Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai". 

Yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal..". 

Malkisedik seorang raja di Salem tanpa Bapak dan Ibu, malah tiada silsilahnya. 

Apakah cerita yang disebutkan dalam kitab suci saudara ini berupa dongengan atau cerita-cerita khayalan. 

Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka apakah saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci saudara ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang dibuat-buat. 

Dan kalau saudara masih mempertahankan kesucian kitab saudara itu mengapakah saudara tidak mengangkat Malkisedik menjabat tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada Yesus. 



Dan berpegang dengan pendirian saudara sendiri bahwa kelahiran Malkisedik itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan tanpa Bapak sedangkan Malkisedik dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu. 

Selain itu Malkisedik masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan menurut Bibel sendiri Malkisedik dilahirkan tanpa silsilah sama sekali. 

Matius pasal 6 ayat 12


"Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami. 

Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan. 

Lukas, pasal 4 ayat 5


"Maka iblispun membawa dia kepuncak gunung ......" 



Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis. 

Kitab Raja-Raja yang kedua pasal 3 ayat 10 dan ayat 11


Di pasal dan ayat itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman. 

Jadi Elisapun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta, malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat juga menjadi Tuhan. 

Kitab raja-Raja yang kedua pasal 6 ayat 17 dan ayat 30


Pasal itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat. 

Kalau begitu Elisapun harus dianggap Tuhan juga, karena menyamai Yesus dan menyamai sifatnya Tuhan. 

Kitab raja-raja yang pertama pasal 17 ayat 22


Ya, disini menyebutkan: " Maka di dengar akan Do'a Elisa itu, lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu kedalamnya sehingga hiduplah ia pula. 

Kalau secara adil, seharusnya Elisa dianggap tuhan juga. 

Kitab raja-raja yang kedua pasal 13 ayat 21


"Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan, lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan kedalamnya dan kena mayat Elisa itu, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri. 

Di sini menyebutkan malah tulang-tulang Ilyas (Elisa) dapat menghidupkan orang mati. 

Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan orang mati, bahkan tulang-tulang Ilyas dapat menghidupkan orang mati. 

Yang berarti Tulang-tulang Ilyas adalah tulang-tulang Ketuhanan. 

Kalau Yesus diwaktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa diwaktu tidak bernyawa, malah hanya dengan tulang-tulangnya yang didalam kubur dapat menghidupkan orang mati. 

Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib, maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus. 

Jadi seharusnya Ilyas-pun dianggap Tuhan juga. 

Lukas pasal 1 ayat 41


"Maka berlakulah tatkala Elisabeth mendengar salam Maria itu, meloncatlah kanak-kanak yang di dalam rahimnya itu dan Elisabeth penuh dengan Rohulkudus". 

Sudah jelas sekali bahwa arti Rohulkudus adalah Roh Suci yang dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun yang dikehendakinya. 

Kalau sekiranya Rohulkudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah, maka bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak tuhan, melainkan segala orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabeth (Istri Zakaria) pun mestinya Tuhan juga. 

Kisah Rasul pasal 5 ayat 32




"Dalam kami inilah saksi atas segala perkara itu, demikian juga Rohulkudus yang dikaruniakan Allah kepada sekalian orang yang menurut Dia" 

Surat Petrus yang kedua pasal 3 ayat 2


"Supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan, dahulu oleh Nabi yang kudus dan akan hukum Tuhan lagi juru Selamat, dengan jalan Rasul-rasul yang disuruhkan kepadamu" 

Jelas di Bibel Sendiri menyebutkan bahwa Rohulkudus itu bukan Tuhan; dengan lain kata bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih, suci, dengan izin atau perintah Allah yang dikaruniakan kepada hamba yang dikehendakinya. 

Kisah Rasul pasal 6 ayat 5


"Maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stepanus, yaitu seorang yang penuh dengan iman, dan Rohulkudus, dan lagi Philipus, dan Prokhorus, dan Nikanor, dan Simon, dan Parmenas, dan Nikolaus yaitu mualaf asalnya dari negeri Antiochia."

Jadi berdasarkan ayat Bibel sendiri menunjukkan bahwa Rohulkudus itu bukan pada Yesus saja. 

Ini menunjukkan bahwa Rohulkudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu. 



Sebagaimana halnya pada Nabi lainnya dengan roh sucinya. 

Menurut Al Qur'an Rohulkudus (Roh Suci) itu berarti Jibril. 

Di Bibel sendiri menyebutkan bahwa para Nabi yang terdahulu adalah Kudus. 

Yeremia pasal 31 ayat 9


"Akulah Bapak bagi Israil; dan Afraim itulah anak yang sulung" 

Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel sendiri Anak tuhan itu banyak bukan Yesus saja, padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan Anak dalam itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus jadi bukan anak yang sebenarnya. 

Keluaran pasal 4 ayat 22


"Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir'aun demikian: "Inilah Firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anakKu laki-laki, yaitu anakKu yang sulung" 

Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak Tuhan yang sulung, sedangkan Yesus tidak disebutkan anak keberapa, 

Matius pasal 1 ayat 16


"dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria; ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus" 

Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti bukan Tuhan sebagaimana tersebut dalam ayat tersebut. 

Markus pasal 13 ayat 31, 32


"Sesungguhnya langit dan Bumi akan lenyap, tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu ada diketahui oleh seorang jua pun, baik segala malaikat yang disurgapun tidak, anak itupun tidak, hanyalah Bapa saja. 

Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus sendiri mengaku tidak ada yang tahu kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri. 

Jadi tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya kiamat, yang termasuk sesuatu yang gaib. yang tidak tahu itu pasti bukan tuhan. 

Matius pasal 27 ayat 46


"Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang Nyaring katanya: "Eli, eli lama sabaktani" artinya: "Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku". 

Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus, waktu akan disalibkan. 



Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, disaat itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehinga Yesus sendiri minta tolong. 

Ulangan pasal 6 ayat 4


" Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya". 

Adakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi kitab sucinya orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu Tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. 

Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu Tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang tunggalkah atau yang tiga menjadi tunggal. 

Jadi salah satu dari dua ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama, Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan kitab suci yang salah; jadi bukan kitab suci namanya. 

Markus, pasal 12 ayat 29

Perjanjian Baru, Markus, pasal 12 ayat 29 



"Maka jawab Yesus kepadanya. Hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa". 

Ulangan pasal 4 ayat 35


"Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi". 

Jelas di dalam Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal 

Yahya pasal 17 ayat 3


"Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah yang Esa, dan Yesus Kristus yang telah engkau suruhkan itu" 

Di ayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa. Dalam Kamus bahasa Indonesia oleh E. St. Harahap cetakan ke II, disebutkan bahwa Esa itu berarti satu, pertama (tunggal), dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Yesus Kristus adalah pesuruh Allah (Utusan/Rasul). 

Kalau demikian manakah yang benar. Bibel yang diakui kitab suci oleh saudara, tetapi isinya bertentangan antara yang satu dengan yang lain. 

Disatu ayat menyebutkan Tuhan dan Yesus menjadi satu, dilain ayat lima belas menjadi satu dan yang lain lagi Tuhan itu tunggal, sedangkan di ayat itu pula menyebutkan bahwa Yesus itu Pesuruh Allah bukan Tuhan. 

Yahya pasal 17 ayat 23


"Aku di dalam mereka itu, dan engkau di dalam Aku; Supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan". 

Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata "Aku di dalam mereka". Kata mereka di ayat ini adalah sahabat Yesus. 

Sedang yang dimaksudkan dengan "Aku" ialah Tuhan. Jadi kata "Aku" beserta "mereka" artinya Tuhan beserta sahabat-sahabat Yesus. 

Kalau saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa, maka saudarapun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan sekalian sahabat Yesus 12 orang jumlahnya. 

Jadi bukan Yesus dan Roh suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan Persatuan bukan hanya Tri Tunggal tetapi 15 tunggal. 

Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tersebut yang manakah yang benar. Tiga menjadi tunggal atau 15 menjadi Tunggal. 

Matius pasal 5 ayat 9


"Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut Anak-anak Allah". 

Berdasarkan ayat tersebut yang dimaksudkan "ANAK ALLAH" itu ialah orang yang dihormati seperti Nabi. 

Kalau Yesus dianggap Anak Allah, maka semua orang mendamaikan manusiapun menjadi ANAK-ANAK ALLAH. 

Jadi bukan Yesus saja Anak Allah, tetapi ada terlalu banyak. 

Reverend Father Amormeo Mendoza now Brother Ahmad Mendoza

From Bro. Dave:

This is Reverend Father Amormeo Mendoza, a Catholic Priest who visited our center in Toledo City.

I thought that we will be having a Religious Dialogue. After hours of explaing the errors in the Bible it turn out unexpectedly that he embraced Islam. 

He is now Brother Ahmad Mendoza.

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR...

Takber mga Kapatid.. 

#ALHAMDULILLAH, #MASHAALLAH, #SUBHANALLAH, #ALLHUAKBAR #LAH ILAAHA ILLALLAAH

Assalamu Alaikum....

Alkitab.me dan Surah.my rujukan kepada pasal-pasal yang disebut dalam dialog

Untuk menjadikan Dialog Masalah Ketuhanan Yesus antara Kh. Bahaudin Mudhary dan Antonius ini mudah difahami, kami telah memautkan setiap pasal dan ayat ke halaman alkitab (bible) dan ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan ke website online Surah.My di internet.

Paparan alkitab.me

Kredit yang dipaparkan di halaman alkitab.me
Paparan surah.my

Kredit yang dipaparkan di halaman surah.my
Teruskan untuk mengikuti Dialog Masalah Ketuhanan Yesus bermula dari Mukadimmah.

Saturday, April 26, 2014

Riwayat hidup K.H. Bahaudin Mudhary

Riwayat hidup K.H. Bahaudin Mudhary (1920-1979) 

Lahir di Sumenep 23 April 1920 dan berpulang ke Rahmatullah 4 Desember 1979 di Surabaya. 

Meski ia belum pernah mereguk pendidikan alam pesantren, namun kadar kebesarannya berangkat dari benih pengaruh kuat ayahandanya --KH. Ahmad Sufhansa Mudhary-- yang ulama dan teman berbincang dari kakaknya alm. K.H. Abdul Hamid Mudhary, yang sama sekali tidak pernah mengenyam sekolah formal ataupun Pesantren, kecuali berkhidmat kepada ayahandanya saja. 

Alhasil, beliaupun mampu mereguk ilmu keislaman disamping mahir bahasa Arab, Belanda dan Jepang. 

Jabatan yang pernah diembannya antara lain, Komandan Sudanco, Ketua Muhammadiyah, Ketua Masyumi, Wedana di Bangkalan serta ketua Perserikatan Muslim Tionghoa di Madura (sekarang PITI). 

Almarhum dalam kesehariannya sangat sederhana lagi bersahaja. Ia juga humoris dengan petuah yang penuh warna "parigan" (sesemon Madura). 

Ada pesan menjelang akhir hayatnya yang hingga kini menjadi pegangan putra dan cucu-cucunya; "Jangan sesekali meninggalkan sholat, selalu rukun dan memelihara tali silaturahim serta jangan berebut harta pusaka, usahakan setiap malam sholat lail (tahajjud)." 

Seusai menamatkan Kweek School Muhammadiyah di Yogjakarta tahun 1940, tokoh ulama jawa timur ini terus menimba ilmu sambil menekuni buku literatur berbahasa Arab, Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Cina dan Jepang, teristimewa yang erat kaitannya dengan filsafat dan kerohanian. 

Ulama ahli metafisika yang memiliki "kasyf" tersebut juga amat terampil memafhumi hampir seluruh alat musik mulai petik,gesek, tiup sampai tuts piano. 

Muasal kelangkaan ilmunya, alhasil orang menyebut "Tera Ta Adamar" (bhs Madura) bermakna benderang tanpa pelita, lantaran bertumpu pijak yang berkhidmat pada ladang spiritual terutama ibadah sholat sebagai mi'rajnya kaum muslimin menuju titik sumbu Rabbul Izzati. 

Itulah sebabnya hakikat ilmu letaknya bukan di kepala tetapi di hati. 

Semasa hayatnya diamalkan untuk pendidikan dan dakwah Islamiyah. Tahun 1947 memangku sebagai Komandan Resimen Hizbullah, dua tahun kemudian mendirikan Yayasan Pesantren Sumenep. 

Selama perjuangan fisik bersama-sama rekan-rekannya setahun lebih meringkuk di Penjara Kalisosok Surabaya.

Berikutnya tahun 1954 Ketua Muhammadiyah cabang Sumenep, Kepala SMA Yayasan Pesantren, mengajar bahasa Jerman dan Perancis di SMA Sumenep sekitar tahun 1960-1965 serta dosen di IKIP Negeri dan pernah mendirikan Akademi Metafisika. 

Hingga akhir hayatnya, selain mengasuh Pesantren Kepanjin Sumenep juga menjabat Kepala Kantor Departemen Agama Sumenep, Ketua Umum GUPPI Jawa Timur, Ketua MUI Jawa Timur dan anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur. Banyak buah penanya, senantiasa mewarnai langgam kehidupan rohaninya yang mapan. 

Perjalanan Rohani Antonius Muslim Widuri

Perjalanan Rohani Antonius Muslim Widuri 

Sebagaimana yang dia tuturkan pada Editor (waktu tidak disebutkan dalam buku). 

Setelah kesaksianku bahwa tiada tuhan yang haq disembah selain Alloh, dan Muhammad adalah RasulNya, kesan yang teramat dalam menyapa rohaniku. 

Saya semakin yakin akan kebenaran Islam. Semakin pasrah tiada tugas yang dapat terselesaikan selain atas ridhoNya jua. 

Sebelum menjadi muslim, saya sering dihantui perasaan ragu, kurang puas dan bimbang, sehingga membuatku mengambang dan kecewa. 

Tak ada target yang terarah apalagi kokoh. Ibarat orang mandi yang tidak merata airnya, hingga tidak mendapatkan kesegaran. 

Siraman rohani keislaman menjadikan saya dan keluarga benar-benar merasakan kenikmatan dan kemantapan hidup. 

Segala persoalan dan ganjalan kehidupan yang dulunya tidak teratasi, seakan lenyap dan mudah, lantaran mendapat ridho Alloh SWT. 

Saya selalu teringat pesan Bapak Kyai Bahaudin (almarhum) yang menganjurkan padaku untuk terus meningkatkan ilmu keislaman sekaligus berdakwah dengannya, agar amal-amalku senantiasa meningkat pula. 

Beliau nasihatkan itu kepadaku dengan penuh kasih sayang hingga membuatku begitu terharu dan merasakan kehangatannya, seakan saya sebagai anaknya. 

Oleh karena itu, betapa saya merasa sangat kehilangan sepeninggal Beliau. Rasanya tidak ada lagi tenpat untuk bertanya, yang mampu memberikan jawaban yang teduh dan pas. 

Ada banyak nasehat dan pesan-pesan yang disampaikan oleh bapak Kyai Bahaudin kepadaku yang hingga kini masih terngiang-ngiang ditelingaku. 

Akan tetapi ada satu pesan dari Kyai Bahaudin yang hingga kini masih saya amalkan yaitu sholat tahajjud di malam hari. 

Setelah saya benar-benar istiqomah (selalu) denganNya, rasanya amaliah yang satu ini tumbuh menjadi kebutuhan yang tak dapat ditunda. Alhasil, semua itu ikut membekali ketenangan dan kedamaian hidup saya. 

Sungguh kedamaian itu saya terima dan saya nikmati sebagai karunia yang begitu agung dalam kehidupanku. Tanpa terasa, kiranya saya telah membuktikan janji Alloh dalam firmanNya: 

"Dan pada sebagian malam hari, bersembahyang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS,Al-Isra:79) 

Semakin dalam agama Islam saya masuki, semakin meyakinkan padaku bahwa Islam agama yang maha sempurna, tidak satupun agama lain yang memiliki hal serupa. 

Contoh kecil, dengan hadirnya doa-doa dalam detik-detik kehidupan, sesederhana apapun, semua dibahas dan diajarkan. Dari doa berkumpul (suami istri), saat bangun tidur, hingga pada setiap aktifitas kerja lainnya. 

Akhirnya, saya sikapi hidup ini dengan ikhlas dan berpasrah dengan ridhoNya. Tugas sehari-hari kami di kantor yang cukup melelahkanpun bisa terselesaikan dengan sukses dan memuaskan. 

Sungguh, saya telah mencermati Islam dan merasakan adanya perpautan kental antara akal dengan kedalaman rasa di hati, perpaduan usaha denga takdir dan keserasian antara fikir dengan zikir. 

Alhamdulillah. 

Surat Pengakuan

SURAT PENGAKUAN 
Kami pembuat surat pengakuan ini, 

Bernama : Antonius Widuri 
Kelahiran : Yogja 
Umur : 30 tahun (1970) 
Agama : Kristen 

Sejak tanggal 9 Maret 1970 sampai dengan 18 Maret 1970 (selama waktu 9 malam) terus-menerus, atas kemauan sendiri kami telah bersoal-jawab (berdiskusi) dengan bapak Kyai Bahaudin Mudhary, guru pesantren di Sumenep (Madura), maka dengan ini kami menyatakan dengan ikhlas, mulai tanggal 18 Maret 1970, kami telah berpindah agama dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi penganut agama Islam dengan mengucapkan kalimat Syahadat: 

"Asyhadu Alla Ilaaha Illallahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah " (Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Alloh, dan saya mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh) 

Pengakuan, dan kepindahan kami dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi pemeluk agama Islam kami nyatakan sebenarmya dengan rasa penuh keikhlasan dan kesadaran lahir batin, tanpa ada paksaan maupun pengaruh dari siapapun, melainkan dari hasil penelitian dan pertimbangan yang menimbulkan keikhlasan, setelah bersoal-jawab yang cukup memuaskan, disamping menelaah buku-buku agama Islam dan majalah Islam. 

Semoga Alloh SWT. memberikan taufik dan petunjuknya atas kami dalam mengamalkan perintah-perintah dan ajaran-ajaran agama Islam. 

Yang meng-Islam-kan Sumenep, tgl 18 Maret 1970 

Kami yang membuat pengakuan 

(Kyai Bahaudin Mudhary) - ( Antonius Muslim Widuri ) 

Saksi: 

A. Marzuki 
Muh. Nawir Rasyidi 
Abd. Latif 
M. Ahya 
Muh. Hatta 
M. Markan 
R.H. Abd. Azis 
A. Zainuddin. 

Sambutan Pada Malam Selamatan

SDR. ANTONIUS MUSLIM WIDURI 

Ass. Wr. Wb. 

Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan saudara-saudara yang kami muliakan, saudara-saudara yang telah ikut serta menyaksikan pertemuan (diskusi) antara bapak Kyai Bahaudin Mudhari dengan kami, antara seorang Islam dan Kristen Roma Katolik yang telah berlangsung selama beberapa malam yang diakhiri masuknya saya dalam agama Islam, ajaran agama Allah SWT. 

Yang Maha Tunggal, menjadi penganut ajaran Nabi Muhammad SAW, maka dengan ini kami menyatakan syukur ke hadirat Allah SWT. 

Dan terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada bapak Kyai Bahaudin Mudhary yang memberikan waktunya selama beberapa malam, yang membawa manfaat kepada kita bersama. 

Disamping itu kami harus mengakui pula, selama diskusi berlangsung dengan tertib dan lancar, kami merasa kagum atas keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari bapak Kyai Bahaudin Mudhary. 

Kagum kami rasakan oleh karena beliau hafal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel dan logika yang digunakan oleh beliau adalah logika debat, jujur dan obyektif dan didikuti pula penjelasan-penjelasan ilmiah yang kesemuanya itu tak mungkin ditolak oleh akal dan jiwa yang sadar untuk membuktikan kesadaran lahir dan batin, mengetuk dan membuka jiwa kami dan akhirnya membawa keyakinan kami kepada agama Islam. 

Saudara-saudara menyaksikan sendiri, bahwa kami menjadi pemeluk dan penganut agama islam, adalah bukan karena paksaan, bukan karena pengaruh dari dari siapapun, bukan karena tekanan, bukan karena keadaan, bukan karena ada maksud yang lain dan bukan karena ajakan, diminta atau meminta, melainkan adalah dari hasil pertemuan, pertumbuhan dari hasil diskusi dengan tujuan mencari kebenaran dan keyakinan beragama. 

Kebenaran dan keyakinan beragama yang kami miliki sekarang ini, adalah hasil dari penelitian dan penyelidikan serta pertimbangan-pertimbangan dari hasil diskusi yang menggunakan waktu tidak sedikit berlangsung beberapa malam lamanya. 

Dan disamping itu pula kami menggunakan kitab-kitab agama maupun kitab-kitab lainnya dan majalah-majalah yang senantiasa memuat artikel-artikel tentang agama Kristen, yang ikut membantu kami dalam meneliti ajaran ajaran agama Islam, bukan karena ikut-ikutan melainkan dengan penyelidikan,penelitian dan pertimbangan-pertimbangan dengan mempergunakan waktu yang tidak sedikit sebagaimana saudara-saudara telah menyaksikan sendiri. 

Malah bagi saudara-saudara yang mengikuti "diskusi" dari muali sampai pada malam ini, saudara-saudara menyaksikan sendiri betapa gigihnya kami mempertahanakan keyakinan kami selaku pemeluk agama Kristen Roma Katolik dalam pertemuan itu. 

Namun kegigihan kami itu lama-lama menjadi pudar setelah dikikis sedikit demi sedikit oleh bapak Kyai Bahaudin Mudhary. 

Beliau hanya menggunakan kitab Bibel untuk menghadapi sanggahan-sanggahan kami.

Namun akhirnya kami sendiri yang menyerah. 

Tidak salah kalau beliau pernah menyinggung dengan ucapan "senjata makan tuan."

Kami akhiri sampai disini saja dan selanjutnya kami mohon dengan hormat, sudi bapak-bapak dan saudara-saudara memberikan bimbingan kepada kami yang masih hijau dalam ajaran-ajaran Islam. 

Dengan bimbingan bapak-bapak dan saudara-saudara itu pasti akan membawa kami menjadi pemeluk agama Islam yang setia, taat, taqwa sehingga kelak dihadapkan Alloh SWT. 

Sekali lagi kami menghaturkan terima kasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 

SAMBUTAN H. BAHAUDIN MUDHARY 

Ass. Wr. Wb. 

Saudara-saudara, Kami bersyukur kehadirat Alloh SWT. diikuti panjatan do'a semoga saudara Antonius Muslim Widuri selaku pemeluk Islam menambah ilmu pengetahuan tentang keislaman sehingga dapat juga ikut serta melakukan da'wah Islamiyah di kemudian hari. 

Kami menyatakan terima kasih kepada: 

Saudara Markan dengan keikhlasannya mendampingi saudara Antonius Muslim Widuri memberikan penjelasan-penjelasan selama diskusi berlangsung. 

Dan disamping itu, saudara Markan dengan foto tustelnya telah mengabadikan diskusi ini selaku kenang-kenangan. 

Saudara Abd. Latif, Stenograf berijazah, yang telah mencatat, membuat weslag, naskah,sejak dari mula pertama kali hingga diskusi ini berakhir. 

Saudara Suroto yang memberikan bantuannya berupa tape recorder. 

Saudara-saudara pengurus Yayasan Pesantren Sumenep dan saudara-saudara yang telah menyaksikan walaupun diskusi ini sengaja kami tidak dengan undangan malah oleh kami direncanakan dengan cara bersembunyi (tertutup), hanya pertemuan biasa pribadi dengan pribadi saja, akan tetapi oleh karena saudara-saudara mungkin mendengar selentingan kabar lalu ingin menyaksikan. 

Syukur diskusi ini berlangsung dengan lancar dan tertib, disebabkan bantuan saudara-saudara. 

Saudara A. Zainudin dengan ikhlas telah menyediakan tempat dan sekedar penawar haus. 

Saudara A. Rofiq dan saudara Muhd. Nawir Rasyidi dengan ikhlas pula telah menyediakan santapan sekedar selamatan. 

Semoga amal-amal saudara yang kami sebutkan, dikaruniai ganti lipat ganda dari Alloh SWT.

Amin.! 

Saudara-saudara, perasaan kami sulit dilukiskan dengan kata-kata, namun perasaan itu tetap tinggal di dalam badan rasa (gevolehslichaam) tak mungkin lenyap dan dilenyapkan. 

Saudara-saudara, merubah kepercayaan, merubah keyakinan hidup seseorang bukan pekerjaan enteng.

Akan tetapi bukan pekerjaan mustahil untuk diusahakan. 

Karena yang mustahil itu tidak mesti mustahil untuk mencapai hasil yang diinginkan. 

Akan tetapi usaha semacam itu membutuhkan tidak sedikit ketabahan dan kesabaran,tidak sedikit energi, tidak sedikit pengorbanan.perasaan dan waktu. 

Sebab usaha dalam hal itu Alloh melarang paksaan, namun Alloh SWT. selalu menganugrahkan karunia dan petunjukNya atas hamba yang dikehendakiNya. 

Selanjutnya kita harus selalu menyadari untuk memupuk toleransi agama.

Kita tidak mempersoalkan "mayoritas" atau "minoritas" di bidang agama, melainkanperanan kita ialah di bidang "dakwah" dengan segala macam corak dan bentuk yang dibenarkan oleh hukum yang berlaku. 

Setiap individu masyarakat, bangsa yang memperuncing perbedaan agama dalam lingkungan maupun di dalam negara, akan senantiasa mengalami kesulitan didalam seluruh bangsa itu sendiri. 

Dulu Pemerintah kolonial Belanda sangat meperhatikan toleransi, sehingga ke daerah yang kuat keislamannya, pemerintah Kolonial tidak memberikan izin masuk agama Kristen baik Katolik maupun Protestan, padahal Ratu Belanda adalah Protestan dan Pemerintah Belanda kerap kali dipegang oleh orang Katolik. 

Presiden Soeharto (ketika masih menjabat Presiden) dalam pidato kenegaraan pada tgl 17 Agustus 1967 antara lain beliau berkata:

"Bangsa Indonesia sungguh-sungguh merasa bahagia,bahwa kita mempunyai tradisi yang baik mengenai toleransi agama ini." 

Semoga dicukupkan sekedar sambutan kami ini. 

Wass. Wr. Wb. 

Malam Ke 9 : MASUK ISLAM

A: Pertemuan kita sudah berlangsung beberapa kali dan berjalan lancar. Pada pertemuan yang sekarang ini, apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan saudara yang akan diajukan 

B: Sejak siang tadi, saya telah pikirkan dan pertimbangkan secara mendalam tentang hasil-hasil pertemuan kita yang menimbulkan kesadaran saya untuk menentukan pendirian saya agar memilih agama yang mana yang harus saya ikuti. 

A: Alhamdulillah, kalau saudara sudah dapat menentukan sendiri. Jadi bagaimana kepercayaan saudara sekarang ini terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, tuhan Anak dan Ruhul Kudus). 

B: Memang soal inilah yang sedang saya renungkan sejak tadi siang, oleh karena saya masih merasa terikat oleh satu "Patokan" yang hingga saat ini belum dapat saya pecahkan.

Padahal keterangan bapak sangat memuaskan sejak semula kita bertemu. 

A: Sekiranya saudara tidak berkeberatan, cobalah saudara terangkan. Mungkin saya dapat membantu saudara. 

B: Ialah soal Trinitas. Soal ini masih berbekas dalam jiwa saya. 

A: Baiklah, saudara terangkan saja. 

B: Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Rohul Kudus itu walaupun tersusun dari tiga oknum, tetapi tetap pada hakekatnya Tunggal juga.

Karena yang satu tidak dapat terpisah dengan yang lain. 

Persoalan inilah yang masih berbekas dalam keyakinan saya.

Sedangkan soal-soal lain, mengenai ayat-ayat di Bibel, dosa waris, kebenaran Al Qur�an, Kebenaran Nabi Muhammad selaku utusan tuhan, teristimewa perselisihan ayat-ayat di Bibel dan keterangan-keterangan serta penjelasan-penjelasan bapak yang berdasarkan fakta objektif dan interesant itu bagi saya sudah beres dan saya menyerah. 

A: Baiklah, lanjutkan. 

B: Tetapi soal Trinitas itu masih terlukis saja dalam keyakinan saya.

Sehingga belum dapat secara bulat (ikhlas) bagi saya untuk mengorbankan keyakinan saya begitu saja tanpa penjelasan-penjelasan yang cukup luas yang sungguh mengatasi keyakinan saya. 

A: Jadi yang tiga oknum itu, saudara masih mempercayai bahwa ketiga-tiganya itu adalah Tuhan semuanya. 

B: Ya, begitulah, tetapi sudah mulai tipis. 

A: Jadi Tuhan Bapak itu Tuhan 

B: Ya. 

A: Tuhan Anak, Yesus, apakah Tuhan 

B: Ya. 

A: Apakah Rohul Kudus juga Tuhan 

B: YA, semuanya tiga tetapi tetap satu (tunggal), seperti telah saya terangkan tadi. Supaya lebih jelas, saya buatkan misal. 

A: Baiklah, silahkan saudara buatkan misal. 

B: Bapak sekarang sedang menghisap rokok 

A: Ya sekarang sedang merokok. Saudara-saudara yang hadir melihat juga. 

Saya sekarang sedang merokok. 

B: Rokok yang bapak isap itu, terdiri dari tiga susunan ialah:

1 . Batang Rokoknya 
2 . Apinya 
3 . Merah api pada rokok 

A: Ya betul, teruskan. 

B: Batang rokok, apinya dan merahnya itu menjadi satu juga walaupun terdiri dari pada 3 susunan, akan tetapi pada hakekatnya satu juga, ialah rokok, ketiganya tidak dapat terpisah, melainkan berpadu menjadi satu (tunggal). Demikian juga halnya dengan Trinitas itu. 

A: Misal atau perumpamaan yang saudara berikan walaupun dianggap benar, tetapi tidak tepat. 

B: Jadi bagaimana, saya minta dibantah kalau tidak tepat. 

A: Saya tidak akan membantah, malah saya hargai pendapat saudara itu. 

Saya hanya ingin bertanya mengenai perumpamaan yang saudara kemukakan tadi. Tetapi pertanyaan saya ini, minta diberi jawaban yang tepat. 

B: Baik, semoga saya bisa menjawabnya. 

A: Tadi saudara memberikan perumpamaan tentang rokok dalam hal persamaan dengan Trinitas. 

B: ya, betul begitu. 

A: Saya ingin bertanya, dan saya sekarang sedang merokok. Apakah batang rokok ini, rokok-kah atau bukan. 

B: Ya. Betul batang rokok 

A: Apakah apinya rokok ini, rokok-kah atau bukan. 

B: Bukan 

A: Apakah merahnya api pada rokok ini rokok-kah atau bukan. 

B: bukan 

A: Nah, sekarang saya tanyakan lagi: Apakah Tuhan Bapak itu Tuhan atau Bukan 

B: Ya, betul Tuhan 

A: Apakah Anak Tuhan (Yesus) itu Tuhankah (tuhan bapak) atau bukan 

B: Bukan 

A: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan 

B: Mestinya bukan juga. 

A: Kalau saudara mengatapak apinya rokok itu bukannya Rokok dan merahnya rokok ini bukan rokoknya, maka jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan dan rohul kuduspun bukan Tuhan. 

B: Ya, 

A: Kecuali sekiranya saudara ada menyebutkan: Apinya rokok ini adalah rokok, maka adalah saudara berkata : 

Yesus itu adalah Tuhan dan Rohul Kudus itu pun tuhan juga. 

B: Ya, betul tepat sekali jawaban bapak. 

A: Sekarang bagaimana kepercayaan saudara, apakah Yesus itu Tuhan atau bukan. 

B: Bukan! 

A: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan. 

B: Terang bukan Tuhan! 

A: Kalau begitu masihkah saudara berkeyakinan terhadap Trinitas. 

B: Sudah Lenyap! 

A: Kalau sudah lenyap, lantas bagaimana. 

B: ya, keyakinan saya sekarang, hanya ada SATU TUHAN 

A: Jadi saudara mempercayai bahwa TUHAN TUNGGAL 

B: Seharusnya demikian; saya percaya bahwa Tuhan itu Tunggal, Tidak ada Tuhan yang lain lagi. 

A: Yang dimaksudkan Tuhan oleh saudara, apakah Tuhan Allah atau bagaimana. 

B: Tentu saja Tuhan ALLAH 

A: Pada pertemuan yang lalu, saudara telah mengaku kebenaran Nabi Muhammad SAW selaku utusan Allah. 

B: Ya, saya tidak berdusta 

A: kalau begitu saudara telah mengakui bahwa: "Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah" 

B: Betul, saya mulai saat ini masuk Islam, menjadi penganut Agama Islam, dan termasuk ummatnya Nabi Muhammad SAW. 

HADIRIN DENGAN SUARA SERENTAK: Alhamdulillah, Alhamdulillah, saudara Antonius sekarang menjadi saudara kita. 

A: Saudara yang hadir ikut menyaksikan sendiri, bahwa pada malam ini tangal 18 Maret 1970 jam 10.15 menit malam, saudara Antonius telah masuk Islam. 

HADIRIN : Kami telah menyaksikan. 

A: Saya minta saudara Antonius membacakan "Kalimah Syahadah", saya bacakan dulu lalu saudara diharap mengikutinya menyebutkan pengakuan. 

"Asyhadu Anlaa ilaa ha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah" 
Tahukah saudara artinya. 

B: Ya, tetapi sebaiknya saya minta dituntun membacanya, pertama-tama bapak, supaya tidak keliru.

"Saya menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya mengaku sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Pesuruh Allah". 

A: Betulkah saudara-saudara yang hadir 

HADIRIN: Betul. Cukup, sudah sah Islamnya. 

A: Marilah kita bersama-sama berdo�a dan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT dan diharap saudara Antonius dan saudara-saudara yang hadir semuanya mengucapkan Amien. 

Setelah doa dibacakan, saya harap saudara-saudara yang hadir berjabatan tangan dengan saudara Antonius selaku saudara kita yang baru. Apakah nama saudara Antonius masih ada lanjutannya. 

B: Nama saya yang sebenarnya "Antonius Widuri" 

A: Bolehkah saya tambah tanpa mengubah nama yang asal (aslinya) 

B: Ya, saya setuju 

A: Saya tetapkan nama saudara sekarang "Antonius Muslim Widuri". 

Jadi ditambah dengan kata Muslim. 

B: Saya terima namanya menjadi namanya dan cocok buat saya. 

A: Saudara-saudara yang hadir tentu sudah mendengar juga tambahan nama ini. 

HADIRIN: Nama itu wajar dan cocok, bagus. 

A: Bersediakah saudara melakukan Shalat, Puasa, Zakat dan ajaran-ajaran Islam lainnya. 

B: Selaku seorang islam, saya wajib mentaati ajaran-ajaran Islam menurut kemampuan (kemampuan saya). 

A: Terima kasih. Apakah saudara ingin memberikan sekedar sambutan atau menyampaikan beberapa buah kata besok malam, karena ada kawan yang akan mengadakan sekedar selamatan. 

B: Baiklah, saya penuhi besok malam. 

Malam Ke 8 : Perselisihan Ayat-ayat Dalam Bibel

A: Pada pertemuan kemarin malam saya telah terangkan ayat yang berlawanan dalam Bibel. 

Pada pertemuan sekarang apakah masih ada pertanyaan saudara yang akan disampaikan kepada saya. 

B: Kalau masih ada ayat-ayat dalam Bibel yang berlawanan antara satu ayat dengan yang lain, saya minta diterangkan untuk menambah keyakinan saya sampai dimanakah kesucian kitab Bibel itu ada dicampuri oleh tangan manusia. 

A: Kemarin malam saudara mengakui sudah puas. Apakah tidak lebih baik, kita bicarakan saja pasal-pasal yang saudara pandang terpenting. 

B: Ya, tetapi keterangan bapak mengenai ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu baru sedikit membuka hati saya.

Karena itulah saya bawa lagi kitab Bibel ini. 

A: baiklah, saya akan tunjukkan, demi kepuasan saudara 

B: Terima kasih. Harapan, Bapak sudi tunjukkan lagi bukti-bukti ayat-ayat yang berlawanan. Saya ingin mengetahui lebih banyak lagi. 

A: Silahkan saudara periksa di Yahya pasal 1 ayat 18 

B: Dipasal dan ayat ini menyebutkan: "Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang juapun, tetapi Anak yang tunggal yang diatas pengakuan Bapa, ialah yang sudah menyatakan Dia". 

A: Bagaimanakah menurut tafsiran saudara susunan ayat ini. 

B: Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah dilihat oleh siapapun juga, melainkan hanya Yesus saja yang pernah melihatnya. 

A: Kalau begitu silahkan saudara periksa di kitab Kejadian pasal 18 ayat 1 

B: Disini menyebutkan: "Hatta, maka kemudian dari pada itu kelihatanlah Tuhan kepada Ibrahim hampir dengan pohon jati mamre tatkala duduklah di pintu kemahnya ketika hari panas". 

A: Nah, disini saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini, disatu ayat menyebutkan Tuhan hanya dinyatakan oleh Yesus saja, tidak seorang juapun melihatnya. 

Sedang di ayat yang lain ada menyebutkan bahwa Ibrahim juga melihat Tuhan. 

Bukankah dua ayat ini berlawanan. Yang manakah yang benar di dua ayat ini. 

B: Ya, saya mengakui memang tidak cocok. 

A: Saya lanjutkan. Silahkan periksa lagi di kitab: "Kejadian pasal 32 ayat 30" 

B: Ya, di sini menyebutkan: "Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu peniel karena katanya: "Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah". 

A: Perhatikan: disatu ayat menyebutkan, tidak seorangpun melihat Tuhan, melainkan Yesus. 

Di ayat yang lain menyebutkan bahwa Ibrahim melihat Tuhan. 

Di ayat yang lain lagi ada menyebutkan Yakub melihat Tuhan malah bertemu muka dengan muka. 

Yang manakah yang benar diantara tiga ayat tersebut? Mustahillah benar semuanya, karena jelas sekali susunan ayatnya yang nyata-nyata mengandung ayat yang berselisih antara yang baru dengan yang lain. 

Kalau dikatakan salah satu dari pada ayat-ayat itu yang benar, maka yang dua ayat tentunya salah semuanya. 

Pantaskah suatu kitab suci mengandung ayat yang salah? 

Dan kalau dikatakan salah semuanya, maka apakah kitab itu dapat dipertahankan kesuciannya, kalau ayat-ayatnya terdapat berlawanan. 

B: Ya, saya mengakui ayat-ayat tersebut tidak cocok antara yang satu dengan yang lain. 

A: Pengakuan saudara itu memang penting, tetapi lebih utama kalau diikuti dengan kesadaran. 

B: Saya harap tunjukkan lagi ayat-ayat di kitab Injil yang berselisih 

A: Baiklah, silahkan periksa di kitab Samuel yang ke-II pasal 8 ayat 9, 10. 

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud akan bertanyakan selamat baginda dan menyampaikan berkat selamat kepada baginda�...". 

A: Cukup dibaca sampai disitu, bagaimana menurut pendapat saudara maksud ayat itu, siapakah nama raja Hamat? 

B: Menurut ayat ini, raja Hamat bernama "Toi" 

A: Sekarang silahkan periksa kitab: "Tawarikh yang pertama", pasal 18 ayat 9 

B: Di sini menyebutkan: "Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu" 

A: Di ayat ini siapakah nama raja Hamat 

B: Menurut ayat ini, nama raja Hamat ialah "Tohu" 

A: Nah, perhatikanlah : disuatu ayat menyebutkan nama Raja Hamat ialah "Toi" sedangkan di ayat lain menyebutkan "Tohu". Yang manakah namanya benar Tohukah atau Toi. 

B: Ya, namanya memang berselisih. Akan tetapi hanya selisih tentang nama saja. Jadi hanya perselisihan yang kecil saja. 

A: Kalau kesalahan dari manusia biasa, tentu kita tidak keberatan, akan tetapi ini adalah kesalahan "Wahyu" atau "Ilham". 

B: Betul juga pendapat bapak, Ini adalah kesalahan wahyu atau ilham.

Mustahil wahyu atau ilham dari Tuhan terdapat kesalahan walaupun kesalahan yang sedikit dan sekecil-kecilnya. 

> (pada halaman ini terdapat footnote: Al Kitab edisi 1994, kata Tohu diganti Tou. Mungkin pada 
> tahun berikutnya kata Tou akan diganti dengan Toi) 

A: Bukan itu saja, Silahkan periksa lagi kitab Samuel yang kedua pasal 8 ayat 9 dan 10 

B: Di sini menyebutkan: "Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud ��" 

A: Cukup dibaca sampai disitu dulu, di ayat itu ada tersebut seseorang bernama Yoram, siapakah Yoram menurut ayat tersebut? 

B: Menurut ayat tersebut Yoram itu anaknya Toi, raja Hamat. 

A: Betul, sekarang lanjutkan periksa di kitab: Tawarikh yang pertama pasal 18 ayat 9 dan 10. 

B: Di sini ada menyebutkan : "Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu".

"Disuruhnyalah Hadoram puteranya pergi menghadap baginda raja Daud��" 

A: Cukup dibaca sampai disitu. Diayat itu ada disebutkan seorang bernama Hadoram, 

Siapakah Hadoram itu menurut susunan ayat tersebut?. 

B: Menurut susunan ayat tersebut orang yang bernama Hadoram itu adalah anak Tohu, raja hamat 

A: Buktikan, disatu ayat menyebutkan bahwa Yoram itu anaknya Toi, sedangkan di ayat lain menyebutkan anaknya Toi itu bukan Yoram, melainkan Hadoram. 

B: Saya tidak tahu 

A: Saya bertanya bukan tentang tahu atau tidaknya, melainkan tentang kebenaran di dua ayat itu. 

B: Saya tidak tahu yang mana yang benar. 

A: Bukan saudara saja yang tidak mengetahui kebenarannya, malah yang menulis ayat itupun tidak bisa menunjukkan yang tepat tentang kebenarannya nama anaknya Toi itu; 

padahal yang dinamakan kitab suci pasti benar isinya, bersih dari segala macam kesalahan, sampai kepada kesalahan yang sekecil-kecilnya, sesuai dengan pengakuan saudara tadi. 

B: Mestinya begitu. 

A: Tetapi kenyataannya tidak begitu. Buktinya, silahkan saudara periksa lagi di kitab Samuel ke II pasal 8 ayat 8. 

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Maka dari dalam Betach dan dari dalam Berotai, dua buah negeri Hadar Ezar, diambil raja Daud akan banyak Tembaga. 

A: Bagaimana maksud ayat ini menurut tafsiran saudara. 

B: Maksudnya ialah raja Daud mengambil banyak tembaga dari dua tempat bernama Betach dan Berotai. 

A: Silahkan periksa di Kitab Tawarich yang pertama pasal 18 ayat 8 

B: Baik disini ada menyebutkan: "Maka dari dalam Tibchat dan dari dalam Chun, negeri Hadar Ezar itu diambil Daud amat banyak tembaga. 

A: Buktikan disatu ayat menyebutkan dua tempat yang diambil tembaganya oleh Daud ialah Betach dan Berotai, sedangkan di ayat lain menyebutkan dua tempat itu ialah Tibchat dan Chun. 

Di dua ayat itu tempat manakah yang sebenarnya diambil tembaganya oleh Daud.

Kalau betul kitab Injil itu mestinya suci dari pada kesalahan dan perselisihan atau berlawanan tentang ayat-ayatnya. 

B: Betul, dua ayat ini memang tidak cocok, yang satu dengan yang lain bertentangan. 

A: Apakah saudara masih memerlukan lagi ayat-ayat yang berlawanan didalam Bibel. 

B Saya merasa beruntung kalau bapak masih bersedia menunjukkan demi untuk meningkatkan kesadaran saya. 

A: Baiklah saya ikuti kehendak saudara. Silahkan periksa lagi di Kitab Raja-raja kedua pasal 8 ayat 26. 

B: Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan: "Adapun umur raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua puluh dua tahun, maka kerajaanlah ia Jerusalem setahun lamanya, adapun nama bunda-bunda baginda itu Atalia anak Omri raja orang Israil". 

A: Menurut susunan ayat ini, berapakah umur raja Ahazia pada waktu ia menjadi raja. 

B: Berdasarkan ayat ini diwaktu umur 22 tahun. 

A: Silahkan saudara periksa lagi di kitab: Tawarikh ke II pasal 22 ayat 2 

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Adapun pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di Jerusalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri" 

A: Di ayat ini menyebutkan berapakah umur Ahazia diwaktu menjadi raja. 

B: Di ayat ini menyebutkan diwaktu berumur 42 tahun. 

A: Nah Di dua ayat ini yang manakah yang benar, diwaktu berumur 22 tahunkah atau berumur 42 tahun. 

Di satu ayat menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu berumur 22 tahun, dan di ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42 tahun. 

Bukankah ini menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di kitab Injil yang dikatakan suci itu. 

B: Ya, perselisihan di dua ayat ini tak dapat dipungkiri lagi. 

A: Supaya makin bertambah tak dapat dipungkiri lagi oleh saudara tentang ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu.

Silahkan saudara periksa lagi di kitab Raja-raja II pasal 24 ayat 8. 

B: Baik, disini ada menyebutkan : "Jojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Nehusta anak Elmatan dari Jerusalem" 

A: Siapakah nama raja di ayat ini 

B: Namanya Jojachin 

A: Silahkan saudara periksa di kitab: Tawarikh yang kedua pasal 36 ayat 9 

B: Di sini ada menyebutkan: "Adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan". 

A: Buktikan perselisihan yang menyolok pada dua ayat ini; di satu ayat menyebutkan Jojachin dan di ayat yang lain menyebutkan Jehojachin. 

Selanjutnya di satu ayat menyebutkan kerajaan Jojachin di Jerusalem tiga tahun lamanya dan diayat yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. 

Yang manakah yang benar di dua ayat ini, Jojachinkah atau Jehojachin, dan kerajaan Jerusalem selama 3 tahunkah atau 3 bulan 10 hari? 

Harap saudara periksa lagi dengan teliti susunan dua ayat yang saudara baca tadi. 

B: Betul, memang tidak cocok antara dua ayat ini. 

> Catatan kaki: Al Kitab yang diterbitkan tahun 1994, Kata "Yehoyakhin" diganti dengan "Yoyakhin" 
> dan di Alkitab edisi tahun 1994, kata "tiga tahun" diganti "tiga bulan". 

A: Aneh, lagi-lagi tidak cocok dan memang tidak cocok. 

B: Memang mustahil dikitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain. 

A: Supaya lebih nyata kemustahilannya, teruskan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 23 ayat 8 

B: Di ayat ini tersusun sebagai berikut: "Bermula, maka inikah nama segala pahlawan yang mengiringi Daud, Josech Basjebet bin Tachkemoni, kepala segala penghulu iapun bergelar penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan kedelapan ratus orang dalam sekali saja berperang". 

A: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara: "Siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini 

B: Namanya Josech Basjebet bin Tachkemoni 

A: Menjabat apakah ia 

B: Kepala segala penghulu 

A: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang. 

B: Delapan ratus orang 

A: Kalau begitu, silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 11 ayat 11 

B: Di ayat ini susunan kalimatnya seperti berikut: "Maka inilah bilangan segala pahlawan yang mengiringi Daud, Yasobam bin Hachmoni, kepala orang tiga puluh, yang melayangkan lembingnya kepada orang tiga ratus, ditikamnya akan mereka itu sekalian dalam sekali berperang". 

A: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara: "Siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini 

B: Namanya Yasobam bin Hachmoni 

A: Menjabat apakah ia 

B: Kepala dari orang tiga puluh 

A: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang

B: Sebanyak Tiga ratus orang 

A: Cocokkan dua ayat ini antara yang satu dengan yang lain. 

B: Terlalu tidak cocok malah dalam dua ayat ini terdapat 3 macam selisih yang jelas sekali. 

A: Memang. Di satu ayat menyebutkan pahlawan yang mengiringi Daud bernama Josech Basjebet bin Tachkemoni dan di ayat yang lain bernama Yasobam bin Hachmoni.

Di ayat inipun menyebutkan Kepala orang tiga puluh.

Di ayat itupun ada menyebutkan lagi Menikam 800 (delapan ratus) orang dalam sekali berperang dan di ayat yang lain menyebutkan menikam 300 (tiga ratus) orang dalam sekali berperang. 

B: Intermezzo sedikit pak Kyai. 

A: Ya, boleh intermezzo jenis apa 

B: Saya merasa sungguh kagum, karena Bapak Kyai hapal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel.

Padahal kalau tidak salah ayat-ayat dikitab Bibel itu ada ribuan. Dengan cara bagaimana Bapak menghafalnya. 

A: Lain waktu saya bisa terangkan pada saudara. 

B: Menghafalkannya saja tentu amat berat, Yang betul-betul mengherankan saya, dapat bapak menunjukkan dengan tepat letaknya ayat-ayat di Bibel dan tambah mengherankan lagi hafalnya ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara satu dengan yang lain.

Baik tentang nama-nama suratnya, pasalnya, maupun ayat-ayatnya, kesemuanya dengan tepat sekali bapak menunjukkannya.

Betul saya bertanya; malah diantara saudara-saudara yang hadir kemarin malam ada yang membisikkan pada telinga saya, memberikan dorongan supaya menanyakan kepada bapak. 

A: Supaya tidak banyak makan waktu, saya jawab dengan singkat saja, saya kalau menghafalkan sesuatu tidak hanya menggunakan alat pancaindera lahir (sensus exterior) semata-mata, akan tetapi juga alat-alat pancaindera bathin (sensus interior). 

Keterangan mengenai soal ini cukup panjang, membutuhkan antara dan waktu tersendiri. 

Kalau saudara ada hasrat, lain waktu akan saya jelaskan. 

B: Baiklah kalu begitu, sekarang kita lanjutkan 

A: Sebagai bukti, bahwa alat pancaindera bathin itu dapat menembus, maka saya tembuskan pandangan bathin saya ke dalam kitab Bibel, untuk saya tunjukkan lagi pada saudara ayat-ayat di Bibel yang berlawanan. 

B: Terima kasih 

A: Silahkan saudara periksa lagi di kitab Samuel yang kedua pasal 24 ayat 1 

B: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: "Bermula maka kembali pula bangkitlah murka Tuhan akan orang Israil, diajaknya Daud akan lawan mereka itu katanya:

Bilangkanlah olehmu akan orang Israil dan akan orang Jehuda"" 

A: Menurut ayat ini, siapakah yang mengajak Daud membilang dan melawan orang Israil. 

B: Menurut susunan ayat ini yang mengajak Daud ialah Tuhan. 

A: Betul, sekarang silahkan saudara periksa di kitab Tawarikh yang pertama pasal 21 ayat 1. 

B: Baik, dipasal dan ayat ini ada menyebutkan: "Sebermula, maka pada masa itu, berbangkitlah syetan akan celaka orang Israil, diajaknya Daud supaya dia membilang banyak orang Israil" 

A: Menurut ayat ini siapakah yang mengajak Daud membilang orang Israil. 

B: Berdasarkan ayat ini yang mengajak Daud, ialah Syetan. 

A: Nah, perhatikan; disatu ayat menyebutkan yang mengajak Daud adalah Tuhan. 

Kemudian di satu ayat yang lain menyebutkan, yang mengajak Daud adalah Syetan. 

Yang manakah yang benar diantara dua ayat ini, Tuhankah atau syetan. 

B: Ya, betul; ini adalah suatu perselisihan yang menyolok sekali. 

A: Kalau demikian tentunya saudara dapat membayangkan, apakah Bibel yang sekarang ini masih tetap dikatakan sucikah atau sudah dicampuri oleh tangan manusia. 

B: Kalau sudah terang-terangan begini, tentunya sulit untuk dipertahankan kesuciannya. 

A: Apakah saudara masih belum merasa puas bukti-bukti yang saya tunjukkan tentang ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain itu. 

B: Sudah cukup jelas. 

A: Jangankan di kitab suci itu sampai terdapat beberapa ayat yang berlawanan malah satu ayat saja terdapat ayat yang berselisih dengan ayat lain, sudah cukup alasan untuk tidak dapatnya dipertahankan dan diyakinkan tentang kesuciannya. 

B: Kalau begitu kitab Bibel yang dianggap suci oleh penganutnya itu lantas bagaimana. 

A: Sebetulnya pertanyaan saudara itu harus dijawab oleh saudara sendiri karena saudara saudara sendiri masih mempunyai kitab itu. 

Tetapi saya tolong menjawabnya. Setiap agama mempunyai kitab suci. 

Akan tetapi kalau di kitab sucinya itu ternyata terdapat beberapa ayatnya yang berselisih atau berlawanan dan tidak cocok antara yang satu denganyang lain, apakah penganut-penganut agama itu masih berkeyakinan bahwa kitab sucinya itu tetap suci. 

Padahal yang dinamai kitab suci adalah wahyu, ilham dari tuhan. 

Mustahil sekali kalau wahyu Tuhan itu tidak cocok. Di satu ayat Tuhan berkata YA lalu diayat yang lain lagi menyatakan TIDAK. Di satu ayat Tuhan berkata "A" lalu diayat lain Tuhan berkata lagi bukan "A" tetapi "B". 

Kalau sampai terjadi demikian, tidak mustahil bahwa tangan manusia sudah ikut campur di dalamnya. 

B: Betul begitu, Tetapi maaf. Kalau Bapak tidak berkeberatan, saya minta lagi. 

A: Minta yang mana lagi yang dimaksudkan oleh saudara. 

B: Minta satu ayat lagi yang berselisih di Bibel 

A: Agaknya saudara akan menguji saya tentang Bibel. 

B: Tidak, betul-betul tidak. Hanya minta satu saja. Betul-betul saya hanya minta satu ayat saja lagi. 

A: Saudara minta satu ayat lagi atau lebih, saya bisa tunjukkan. Tetapi waktunya sudah jauh malah. 

Kecuali kalau saudara suka menerima sampai pagi. 

B: Tidak, betul-betul hanya minta satu ayat lagi. Setelah itu kita lanjutkan pasal-pasal yang lain. 

YANG HADIR: Teruskan sampai waktu subuh, kita setuju dan akan tetap tenang. 

A: Baiklah saya penuhi pengharapan saudara Antonius. Silahkan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18. 

B: Baik, di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: "Tetapi kemudian, larilah segala orang syam itu dari hadapan orang Israil, maka daripada orang Syam itu dibinasakan Daud tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang berkuda, tambahan pula dikalahkannya Sobach, panglima perang mereka itu, sehingga matilah ia disana�.." 

A: Cukup dibaca sampai disitu dulu, saya akan bertanya pada saudara, diayat ini ada berapakah jumlahnya kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud. 

B: Di ayat ini menyebutkan 700 (tujuh ratus) banyaknya yang dibinasakan oleh Daud. 

A: Di ayat itu juga ada berapakah jumlahnya orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud. 

B: Menurut ayat ini ada 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud. 

A: Dan di ayat itu juga, siapakah namanya panglima perang yang dibunuh 

B: Menurut ayat ini panglima perang yang dibunuh bernama Sobach 

A: Betulkah semuanya itu, silahkan periksa lagi. 

B: Betul demikian jawaban-jawaban saya berdasarkan ayat ini. 

A: Kalau begitu silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18. 

B: Di sini ada menyebutkan: "Maka larilah segala orang Syam dari hadapan orang Israil, maka dibinasakan Daud daripada orang Syam itu tujuh ribu ekor kuda kereta, dan empat puluh ribu orang yang berjalan kaki, tambahan pula dibunuhnya Sofach panglima perang itu�" 

A: Saya akan bertanya; Ada berapakah jumlah kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud menurut ayat ini 

B: Menurut ayat ini, menyebutkan ada 7000 (tujuh ribu). 

A: Di ayat ini juga yang dibinasakan oleh Daud apakah 40.000 orang yang berkuda atau 40.000 orang yang berjalan kaki 

B: Di ayat ini yang dibinasakan oleh Daud ada menyebutkan 40.000 yang berjalan kaki, bukan orang berkuda. 

A: Pun di ayat ini juga, disebutkan siapakah namanya panglima perang, apakah bernama Sobach-kah atau Sofach 

B: Di ayat ini disebutkan bernama Sofach. 

A: Coba saudara perhatikan dengan seksama perselisihan di dua ayat ini. Satu ayat saja sudah terdapat 3 macam selisih. 

Di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18 menyebutkan; yang dibinasakan oleh Daud sebanyak 700 (tujuh ratus) kuda kereta, sedangkan di kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18 menyebutkan 7.000 (tujuh ribu) kuda kereta. 

Yang manakah yang benar di dua ayat itu. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda, sedangkan di kitab Tawarikh I, 40.000 orang berjalan kaki. 

Yang manakah yang benar, 40.000 orang berkudakah yang dibinasakan oleh Daud atau 40.000 orang berjalan kaki. 

Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan panglima perangnya bernama Sobach sedangkan dikitab Tawarikh yang pertama menyebutkan panglimanya bernama Sofach. 

Yang manakah yang benar, Sobach-kah atau bernama Sofach. 

B: Sudah cukup puas; saya sudah menyadari dan saya sudah mulai insyaf 

A: Mulai sadar dan insyaf yang bagaimana yang saudara maksudkan 

B: Jiwa dan kesadaran saya mulai terbuka. Besok malam saya akan lukiskan kandungan hati saya, setelah saya menerima jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan saya yang lain pada Bapak. 

A: Baiklah saya persilahkan 

B: Apakah sebabnya orang-orang pandai (sarjana) dinegeri Barat banyak yang memeluk agama Kristen?

Kalau agama Islam suatu agama yang benar dan ajran-ajarannya sesuai dengan Ilmu pengetahuan dan modern, tentunya mereka masuk Islam. 

A: Sebelumnya saya memberikan jawaban, saya akan bertanya, saudara sendiri termasuk sarjana. Mengapa saudara memeluk (tertarik pada, red) agama Islam. 

B: Ya, karena hasil diskusi ini yang membawa saya lebih menyelami dan memilih ajaran-ajaran agama Islam. 

A: Sekiranya tanpa diskusi yang menghasilkan tambahnya meneliti ajaran-ajaran Islam, apakah mungkin saudara menjadi pemeluk agama Islam yang sadar. 

B: Menurut pikiran saya tidak mungkin. 

A: Orang-orang di negeri barat yang saudara sebut itu sekiranya seperti saudara pula dalam menganut suatu agama. 

B: Ya, betul 

A: Memang betul, Karena di zaman ini dari mereka ada banyak yang sudah memeluk agama Islam atas hasil penyelidikan dan penelitian yang mendalam. 

B: Akan tetapi ada orang-orang Islam yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen. 

A: Dari manakah saudara ketahui. 

B: Di negeri kita sendiri. Buktinya dengan bertambahnya pembangunan Gereja, sekolah Kristen nampaknya sementara senantiasa bertambah jumlahnya. 

A: Apakah orang-orang Islam yang masuk agama Kristen itu terdiri dari sarjana-sarjana Islam. 

B: Saya tidak mengetahuinya, hanya dari kata-kata saja. Akan tetapi saya sendiri sampai saat ini belum menemukan malah belum mendengar sarjana-sarjana Islam masuk Kristen. 

A: Kalau begitu orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama bukan dari hasil penelitian; jadi masuknya bukan karena keyakinannya. 

B: Mengapa bapak berpendapat demikian 

A: Saudara membuktikan sendiri bahwa orang-orang Islam di Indonesia ada banyak sekali, yang miskin, melarat dan menderita dalam hidupnya. 

Mereka butuh uang, makan, pakaian dan obat-obatan, Kesempatan ini dipergunakan oleh beberapa orang penganut Kristen untuk mempengaruhi mereka dengan jalan membagi-bagikan makanan, pakaian, obat-obatan dan lainnya kalau tidak keliru. 

B: Ya, saya pernah baca di majalah Kiblat. 

A: Di zaman ini ada beberapa orang dinegeri barat yang mulanya beragama Kristen setelah menyelidiki dan meneliti ajaran-ajaran Islam, yang menunjukkan kebenaran ajaran Islam mereka berterusterang berpindah menjadi penganut Islam; mereka itu golongan sarjana, malah diantaranya terdapat pendeta Kristen yang menjadi pemeluk agama Islam. 

B: Betul, saya sendiri pernah membaca di Majalah Kiblat. 

A: Jadi sudah jelas, bahwa orang-orang di negeri yang beragama Kristen lalu berpindah menjadi pemeluk Islam disebabkan dari hasil penelitiannya tentang kebenaran ajaran-ajaran Islam, umumnya orang-orang yang di negeri barat kalau melakukan sesuatu penelitian dan penyelidikan menggunakan kecerdasan otaknya secara ilmiah. 

Mereka menjadi penganut Islam dengan kesadaran dan keyakinannya. 

B: saya menerima keterangan bapak. 

A: Sedangkan orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen umumnya bukan dari hasil penyelidikan dan penelitiannya yang tentunya bukan di atas dasar kesadaran dan keyakinannya, melainkan karena perut lapar, karena hidupnya yang Senin Kamis, butuh makan, uang, pakaian, maupun obat-obatan. 

Dengan keterangan saya ini Saudara bia bandingkan sendiri sebab musababnya orang-orang Kristen di negeri Barat yang masuk Islam dan orang-orang Islam di Indonesia yang masuk agama Kristen. 

B: tetapi tentu ada juga orang-orang Indonesia yang tidak miskin masuk agama Kristen 

A: Tetapi tentu itu umumnya bukan berasal dari penganut agama Islam, mungkin dari agama yang lain lagi. 

Jadi masih ada yang akan ditanyakan lagi. 

B: Ya, sedikit, besok malam saja. Sekarang sudah jauh malam. 

A: Baiklah, besok malam, agar lebih sempurna.