Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat di dalamnya diantara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan, apakah kitab itu dinamakan Kitab Suci? Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu adalah Ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan atau perselisihan.

Tuesday, May 6, 2014

Raja Hamat bernama "Toi"


"Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud akan bertanyakan selamat baginda dan menyampaikan berkat selamat kepada baginda...". 


"Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu" 

Perhatikanlah : disuatu ayat menyebutkan nama Raja Hamat ialah "Toi" sedangkan di ayat lain menyebutkan "Tohu". Yang manakah namanya benar Tohukah atau Toi. 

Kalau kesalahan dari manusia biasa, tentu kita tidak keberatan, akan tetapi ini adalah kesalahan "Wahyu" atau "Ilham". 

Allah belum pernah dilihat oleh seorang juapun


"Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang juapun, tetapi Anak yang tunggal yang diatas pengakuan Bapa, ialah yang sudah menyatakan Dia"


"Hatta, maka kemudian dari pada itu kelihatanlah Tuhan kepada Ibrahim hampir dengan pohon jati mamre tatkala duduklah di pintu kemahnya ketika hari panas".

Kejadian pasal 32 ayat 30

"Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu peniel karena katanya: "Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah".

Perhatikan: disatu ayat menyebutkan, tidak seorangpun melihat Tuhan, melainkan Yesus. 

Di ayat yang lain menyebutkan bahwa Ibrahim melihat Tuhan. 

Di ayat yang lain lagi ada menyebutkan Yakub melihat Tuhan malah bertemu muka dengan muka. 

Yang manakah yang benar diantara tiga ayat tersebut? Mustahillah benar semuanya, karena jelas sekali susunan ayatnya yang nyata-nyata mengandung ayat yang berselisih antara yang baru dengan yang lain. 

Kalau dikatakan salah satu dari pada ayat-ayat itu yang benar, maka yang dua ayat tentunya salah semuanya. 

Pantaskah suatu kitab suci mengandung ayat yang salah? 

Dan kalau dikatakan salah semuanya, maka apakah kitab itu dapat dipertahankan kesuciannya, kalau ayat-ayatnya terdapat berlawanan. 

Matius pasal 19 ayat 14

Kepercayaan Kristian

Bayi yang baru dilahirkan itu tidak suci, yakni sudah membawa dosanya Adam dan Hawa. 

Bayi yang belum dibaptis sekiranya ia meninggal dunia (mati) tentu tidak akan masuk surga, sebab matinya ada membawa dosanya Adam dan Hawa. 


"Tetapi kata Yesus. "Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepadaku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga"

Ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata ia mengakui kesuciannya kanak-kanak. 

Sedangkan mereka belum mengakui kesalibannya Yesus dan juga belum dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan surga. 

Jadi berdasarkan pengakuan Yesus sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa, oleh karena itulah Yesus berkata :  Mereka adalah suci dari dosa dan dengan sendirinya masuk surga. 

Yehezkiel pasal 18 ayat 20


"orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan Bapa pun tiada akan menanggung kesalahan anak-anaknya; kebenaran orang yang benar akan tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya". 

Jelas Bibel sendiri menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendiri perbuatan baik maupun buruk, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. 

Berdasarkan ayat tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya. 

Tetapi mengapa dosa Adam dan Hawa harus diwariskan atas anak cucunya, sehingga anak cucunya ikut serta menanggung dosanya padahal kitab Injil sendiri tegas menyebutkan bahwa setiap perbuatan baik atau buruk yang dikerjakan oleh seseorang tidak dapat dibebankan atas orang lain.

Galatia pasal 3 ayat 13


"Maka Kristus sudah menebus kita dari pada kutuk Torat itu dengan menjadi satu kutuk karena kita, karena ada tersurat: "Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu"" 

Menurut kepercayaan Kristian, Yesus rela untuk di salib, sedangkan menurut Galatia dalam ayat di atas, Terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu, dan kalau begitu apakah bisa menebus dosa manusia. 

Matius pasal 26 ayat 38


"Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: Hatiku amat sangat berduka cita hampir mati rasaku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah sertaku" 

Mengapa badan Ketuhanan Yesus tidak berkuasa menghilangkan duka cita yang dirasakan olehnya. 

Malah ia berkata kepada muridnya minta berjaga bersama dia. Pantaskah Tuhan minta-minta kepada manusia. 

Matius pasal 27 ayat 46

Mengapa Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan di waktu akan disalib, kalau memang benar kedatangan Yesus untuk disalib. 

Mestinya dia bersedia untuk disalib. Seruan Yesus minta-minta tolong itu, sebagaimana disebutkan di Matius pasal 27 ayat 46 yang bunyinya sebagai berikut: 

"Maka sekira-kira pukul tiga itu, berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, katanya: "Eli, Eli, lama sabachtani", artinya "Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku". 

Matius pasal 15 ayat 24


"Maka jawab Yesus, katanya "Tiadalah aku disuruhkan yang lain hanya kepada segala domba yang sesat diantara Bani Israil".

Ayat ini sudah jelas, dan tidak bisa diputar-putar lagi, Yesus sendiri mengakui bahwa ia di Utus untuk Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia atau lain. 

Jadi kalau penganut Yesus (umat kristen) yang bukan golongan Bani Israil, tentunya tidak termasuk umatnya Yesus, dan dosanya tidak bisa ditebus/tertebus, karena Yesus hanya menjadi Juru Selamat untuk Bani Israil saja.

Matius pasal 1 ayat 21


"Maka Ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Ia Yesus, karena Ia-lah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya". 

Bibel sendiri yang menerangkan bahwa kedatangan Yesus hanya untuk melepaskan dosa kaumnya saja bukan untuk semua manusia.